<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>ANDREAS RENARD WIDARTO</title>
	<atom:link href="http://renardwidarto.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://renardwidarto.wordpress.com</link>
	<description>kemarin adalah pelajaran...esok adalah harapan...hari ini adalah perjuangan...</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Jan 2012 07:37:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='renardwidarto.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>ANDREAS RENARD WIDARTO</title>
		<link>http://renardwidarto.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://renardwidarto.wordpress.com/osd.xml" title="ANDREAS RENARD WIDARTO" />
	<atom:link rel='hub' href='http://renardwidarto.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>&#8220;Ceng Li&#8221; ,It&#8217;s all about Character</title>
		<link>http://renardwidarto.wordpress.com/2012/01/28/ceng-li-its-all-about-character/</link>
		<comments>http://renardwidarto.wordpress.com/2012/01/28/ceng-li-its-all-about-character/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2012 07:37:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andreas Renard Widarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://renardwidarto.wordpress.com/?p=189</guid>
		<description><![CDATA[Suatu sore mungkin hampir 3 tahun yang lalu, saya duduk di sebuah kelas. Dosen yang mengajar kami waktu itu termasuk salah satu dosen yang paling dikagumi di Jurusan saya, seorang mantan pengambil kebijakan strategis di Negeri  ini. Di saat semua mahasiswanya menyimak kuliah dengan serius, ada segerombolan mahasiswa lain yang duduk tepat di belakang saya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renardwidarto.wordpress.com&amp;blog=4751656&amp;post=189&amp;subd=renardwidarto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu sore mungkin hampir 3 tahun yang lalu, saya duduk di sebuah kelas. Dosen yang mengajar kami waktu itu termasuk salah satu dosen yang paling dikagumi di Jurusan saya, seorang mantan pengambil kebijakan strategis di Negeri  ini. Di saat semua mahasiswanya menyimak kuliah dengan serius, ada segerombolan mahasiswa lain yang duduk tepat di belakang saya, sedari tadi asyik ngobrol dan bercanda sendiri. Gerombolan ini belum sadar walaupun beberapa kali sang Dosen sudah mencoba melirik. Akhirnya dengan segala kesabarannya sang dosen menegur dengan sabar dan senyum khas-nya. Di akhir &#8216;teguran-nya&#8217; itu, beliau berujar pendek dengan mimik yang serius:</p>
<p><em>&#8220;When you lost your character, you lost everything&#8221;</em></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Di dalam filosofi dan pergaulan di lingkungan Tionghoa, <em>Ceng Li</em> adalah ungkapan yang hampir ditemui dalam pergaulan dan obrolan sehari-hari. Tentunya <em>Ceng Li</em> ini akan memiliki arti yang sangat luas jika dijabarkan satu per satu. <em>Ceng Li</em> bisa berarti : bagus, sudah sepatutnya (semestinya), masuk akal , lurus hati (jujur), sesuai, pas, pantas. Dari sekian banyak arti kata <em>Ceng Li , </em>bisa disimpulkan bahwa <em>Ceng Li </em>bermuara dan merupakan interpretasi yang luas dari sikap <em>Fair</em>, sikap yang sepantasnya dilakukan sesuai dengan etika dan pergaulan yang berlaku. Konon katanya jika setiap hal yang kita lakukan didasari atas prinsip <em>Ceng Li</em> ini, pintu rezeki akan terbuka dengan sendirinya.</p>
<p>Di dalam pergaulan sehari-hari, terutama saat terjadi konflik, ungkapan <em>&#8220;Mbo Ceng Li&#8221;</em> kerap terdengar dari pihak yang sedang mengadu (curcol). <em>Tentunya &#8220;Mbo Ceng Li&#8221; ini adalah bentuk negasi dari &#8220;Ceng Li&#8221;</em>. Jadi memang ada benarnya, <em>Ceng Li </em>adalah sebuah karakter yang semestinya dimiliki oleh setiap manusia. Jika karakter fair <em>Ceng Li </em>itu hilang, bukan tidak mungkin kita kehilangan semuanya, kehilangan simpati, teman, kesempatan dan akhirnya rezeki.</p>
<p>Tentu harapannya, walaupun tidak mudah, Semoga kita selalu dapat belajar untuk selalu bisa berkarakter <em>fair</em>, adil apa adanya, bertindak seharusnya, tahu budi dan tentunya tidak tamak. Dengan demikian (katanya) rezeki akan datang dengan sendirinya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Aminnn!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/renardwidarto.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/renardwidarto.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/renardwidarto.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/renardwidarto.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/renardwidarto.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/renardwidarto.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/renardwidarto.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/renardwidarto.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/renardwidarto.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/renardwidarto.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/renardwidarto.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/renardwidarto.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/renardwidarto.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/renardwidarto.wordpress.com/189/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renardwidarto.wordpress.com&amp;blog=4751656&amp;post=189&amp;subd=renardwidarto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://renardwidarto.wordpress.com/2012/01/28/ceng-li-its-all-about-character/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cf6c34a277b236834a61210578924980?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Renard</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Rio dan SNMPTN</title>
		<link>http://renardwidarto.wordpress.com/2011/07/03/kisah-rio-dan-snmptn/</link>
		<comments>http://renardwidarto.wordpress.com/2011/07/03/kisah-rio-dan-snmptn/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jul 2011 11:47:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andreas Renard Widarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://renardwidarto.wordpress.com/?p=183</guid>
		<description><![CDATA[Juni 2011 ini saya menjalani program praktek kerja yang diwajibkan kampus untuk para mahasiswa tingkat akhir. Pendek cerita saya ditempatkan di sebuah proyek konstruksi pembangunan suatu Gedung Pemerintah di Jakarta Barat, yang proyeknya dikerjakan oleh sebuah perusahaan kontraktor BUMN. Sudah sekitar empat minggu ini, saya ikut merasakan kehidupan di proyek dengan segala dinamikanya, dari kehidupan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renardwidarto.wordpress.com&amp;blog=4751656&amp;post=183&amp;subd=renardwidarto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Juni 2011 ini saya menjalani program praktek kerja yang diwajibkan kampus untuk para mahasiswa tingkat akhir. Pendek cerita saya ditempatkan di sebuah proyek konstruksi pembangunan suatu Gedung Pemerintah di Jakarta Barat, yang proyeknya dikerjakan oleh sebuah perusahaan kontraktor BUMN.</p>
<p>Sudah sekitar empat minggu ini, saya ikut merasakan kehidupan di proyek dengan segala dinamikanya, dari kehidupan para tukang sampai dengan para engineernya saya. Dari berminggu – minggu melihat kehidupan di proyek yang ‘itu – itu’ saja, ada seseorang yang menarik perhatian saya.</p>
<p>Di proyek bangunan 6 lantai itu, ada seorang ibu yang membuka warung di dekat bedeng proyek. Di warung itulah para kuli bangunan, tukang, sopir dan petugas keamanan makan dan minum sehari – hari. Semuanya tampak biasa – biasa saja, kecuali anak kecil berusia 12 tahun, anak ibu sang pedagang warung itu. Anak ini setiap sebelum berangkat dan sepulang sekolah, rajin membantu ibunya berjualan. Dia membuat minuman, mencuci piring dan mengantar makanan sementara sang Ibu memasak. Anak ini dengan senyum tulusnya menikmati pekerjaannya membantu ibunya, sementara di lapangan sebelah proyek anak – anak seumurnya bermain bola.</p>
<p>Suatu sore, sambil minum kopi di warung ibunya, saya tertarik mengajak dia mengobrol. Belakangan saya tahu namanya: Rio Juliansyah, nama yang terdengar bagus.<br />
“Cita – cita kamu apa sih Rio?”, Tanya saya.<br />
”Saya mau kuliah Pak, jadi orang sukses, jadi bos biar bisa beli mobil.” , Jawab Rio.</p>
<p>Mungkin Rio adalah sedikit dari anak Indonesia berumur 12 tahun yang sudah punya mimpi dan cita – cita. Seumur itu saya bahkan belum punya cita – cita. Saya akhirnya juga mengobrol dengan ibunya, Alhamdulillah katanya karena sekolah SD dan SMP Negeri sekarang sudah gratis SPP-nya, tapi belum tahu nanti kalau SMA dan Kuliah. Saat itu saya berpikir dan berharap, mudah – mudahan jalan Rio akan terbuka, karena baktinya kepada Ibunya.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Beberapa hari kemudian, saya menjemput adik saya di sebuah tempat Bimbingan Belajar terkemuka di Jakarta. Saat menunggu di depan saya ngobrol dengan beberapa siswa kelas 3 SMA yang sudah lolos saringan SNMPTN 2011. Ternyata SNMPTN 2011 ini berbeda dengan SNMPTN zaman saya (3 tahun lalu) ataupun SNMPTN sebelumnya. SNMPTN atau SPMB zaman dulu membebaskan para peserta mengisi berapa nilai nominal uang masuk mereka, banyak yang mengisi tanpa uang masuk (Rp 0) dan diterima selama mereka berhasil dalam tes tersebut. Hal ini jelas sangat berbeda dengan tahun ini, sekarang bahkan ketika seseorang telah dinyatakan diterima masuk sebuah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit, dana yang harus dibayarkan sebagai uang masuk cukup besar. Di sebuah PTN favorit , ada yang mematok biaya minimal sampai Rp 55 Juta untuk mereka yang lolos SNMPTN, memang ada program meminta subsidi bagi mereka yang kurang mampu, tetapi kuantitasnya juga sangat sedikit dan terbatas. Di PTN favorit lainnya ada juga yang mematok biaya minimal Rp 25 Juta bagi mereka yang lolos SNMPTN.</p>
<p>Saya kembali teringat Rio, yang punya mimpi dan cita – cita kuliah dan jadi orang sukses. Mungkin di zaman ini bekerja dan belajar keras , bahkan rajin berbakti kepada orang tua tidak akan mempengaruhi jalan menuju kesuksesan meraih cita – cita kuliah di PTN favorit, bagi mereka yang tak sanggup membayar belasan bahkan sampai puluhan juta. Mungkin di zaman ini yang paling penting adalah “Berapa lo bisa bayar?”</p>
<p>Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang dahulu bisa menjadi sarana bagi generasi muda dari semua golongan untuk memperbaiki nasib dan meraih cita – citanya telah beralih fungsi. PTN saat ini terbatas dan hanya bisa dinikmati oleh golongan tertentu. Entah siapa yang salah, tetapi perubahan ini hendaknya menjadi bahan evaluasi dan koreksi dari pihak – pihak terkait.</p>
<p>Mungkin ungkapan “ Selamat Datang Putera – Puteri Terbaik Bangsa” yang biasa dipasang saat daftar ulang mahasiswa baru di kampus – kampus PTN harus secepatnya diganti dengan “Selamat Datang Putera – Puteri Termahal dan (Mungkin) Terbaik Bangsa”.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/renardwidarto.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/renardwidarto.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/renardwidarto.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/renardwidarto.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/renardwidarto.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/renardwidarto.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/renardwidarto.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/renardwidarto.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/renardwidarto.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/renardwidarto.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/renardwidarto.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/renardwidarto.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/renardwidarto.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/renardwidarto.wordpress.com/183/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renardwidarto.wordpress.com&amp;blog=4751656&amp;post=183&amp;subd=renardwidarto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://renardwidarto.wordpress.com/2011/07/03/kisah-rio-dan-snmptn/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cf6c34a277b236834a61210578924980?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Renard</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Karmaka Surjaudaja: A Humble and Inspiring Tycoon</title>
		<link>http://renardwidarto.wordpress.com/2011/06/17/karmaka-surjaudaja-a-humble-and-inspiring-tycoon/</link>
		<comments>http://renardwidarto.wordpress.com/2011/06/17/karmaka-surjaudaja-a-humble-and-inspiring-tycoon/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jun 2011 11:07:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andreas Renard Widarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://renardwidarto.wordpress.com/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[Sudah sekitar dua tahunan yang lalu, saya menyaksikan Pak Karmaka dalam program talkshow Kick Andy di Metro TV. Sejak saat itu, saya mulai mengikuti dan mengagumi sosok beliau. Setelah itu saya pun membeli dan membaca buku biografi Karmaka Surjaudaja yang berjudul “Tidak Ada Yang Tidak Bisa” yang ditulis oleh Dahlan Iskan. Buku ini menceritakan perjalanan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renardwidarto.wordpress.com&amp;blog=4751656&amp;post=174&amp;subd=renardwidarto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah sekitar dua tahunan yang lalu, saya menyaksikan Pak Karmaka dalam program talkshow Kick Andy di Metro TV. Sejak saat itu, saya mulai mengikuti dan mengagumi sosok beliau. Setelah itu saya pun membeli dan membaca buku biografi Karmaka Surjaudaja yang berjudul “Tidak Ada Yang Tidak Bisa” yang ditulis oleh Dahlan Iskan. Buku ini menceritakan perjalanan hidup Karmaka, yang sedikit banyak mengisahkan kisah beliau dalam membangun Bank NISP (sekarang menjadi OCBC NISP). Buku ini sangat menginspirasi saya, <em>it is one of the best book that I’ve ever read</em>. Maka Sejak saat itu jugalah saya resmi menjadi penggemar Pak Karmaka.</p>
<div id="attachment_175" class="wp-caption aligncenter" style="width: 110px"><a href="http://renardwidarto.files.wordpress.com/2011/06/karmaka.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-175" title="Biografi Karmaka Surjaudaja" src="http://renardwidarto.files.wordpress.com/2011/06/karmaka.jpg?w=100&#038;h=150" alt="Biografi Karmaka Surjaudaja" width="100" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Biografi Karmaka Surjaudaja</p></div>
<p>Hal yang menjadi kebetulan adalah orang tua saya di Semarang ternyata adalah salah satu nasabah OCBC NISP. Dan sekitar setahun yang lalu ayah saya mendapat kiriman buku biografi yang sama dari OCBC NISP, beserta tanda tangan asli Pak Karmaka dan tulisan asli tangan beliau : “Semoga Bapak sekeluarga sehat dan senantiasa diberkati selalu”. Saat itu saya semakin mengagumi sosok Pak Karmaka, sebagai seorang pengusaha besar yang sukses dan rendah hati. Entah berapa banyak waktu yang dibutuhkan beliau untuk menandatangani buku biografinya dan menuliskan pesan kepada nasabah-nasabahnya seperti orang tua saya.</p>
<p>Karmaka Surjaudaja adalah seorang pengusaha besar yang sukses. Beliau merasakan susahnya hidup dari menjadi kuli di pabrik tekstil, pelayan di restoran, guru olahraga sampai akhirnya membangun bank NISP, menjadi salah satu Bank terbesar di Indonesia saat ini. Saat ini Karmaka Surjaudaja adalah Chairman Emeritus dari OCBC NISP. Anaknya, Pramukti Surjaudaja yang saat ini menggantikan posisinya sebagai Chairman OCBC NISP adalah orang ke 102 terkaya di Indonesia versi Globe Asia.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Sosok Pengusaha Sukses, Yang Penuh Kerendahan Hati</strong></p>
<p>Desember 2010 yang lalu, dalam suatu rapat bersama teman-teman panitia ITB Entrepreneurship Challenge (IEC) 2011 , saat itu kami sedang membahas persiapan dan perencanaan Seminar Nasional IEC 2011 yang akan berlangsung tanggal 19 Februari 2011. Saya pun mengusulkan agar Karmaka Surjaudaja diundang sebagai salah satu pembicara dalam seminar tersebut. Anehnya banyak di antara teman-teman saat itu yang tidak tahu siapa Karmaka Surjaudaja. Entah mereka yang kurang gaul, atau saya yang kegaulan hehehe..</p>
<p>Singkat cerita akhirnya kami-pun menyampaikan undangan kepada Pak Karmaka untuk menjadi salah satu pembicara di Seminar Nasional IEC 19 Februari 2011 di Sasana Budaya Ganesha ITB, seminar ini diikuti oleh 1600 peserta. Kami mengundang beliau untuk berbicara selama satu sesi bersama Bp. Dahlan Iskan (sekarang Dirut PLN), yang juga menulis buku biografi Pak Karmaka.</p>
<p>Tidak disangka Pak Karmaka member respon dengan cepat, dan mengajak kami untuk makan siang dan ngobrol-ngobrol di kantor beliau di Taman Cibeunying Bandung. Beliau bahkan menanyakan apakah ada transportasi dari kampus ke kantornya, jika tidak ada beliau akan mengirim jemputan. Luar biasa! Kami ini hanyalah anak kemarin sore yang bukan siapa-siapa.</p>
<p>Siang itu, 14 Februari 2011 akhirnya saya ditemani 2 orang teman berkunjung ke ruang kerja beliau di kantor OCBC NISP Bandung. Pak Karmaka menyambut kami, member salam dan kemudian menangis. <em>“Suatu kehormatan bagi saya bisa bertemu anda-anda, mahasiswa ITB yang hebat-hebat. Saya dahulu ingin kuliah di ITB, saya sudah diterima di Elektro ITB, tapi saya tidak punya uang untuk membayar kuliah. Ketika saya meminta belas kasihan beasiswa ke orang-orang, mereka malah mengejek-ejek saya”</em> , Pak Karmaka membuka percakapannya siang itu sambil bercucuran air mata. Belakangan saya tahu, beliau saat ini mempunyai ribuan anak asuh dari SD-Mahasiswa, beberapa diantaranya bahkan ada yang sampai menjadi Ph.D dan Doktor. Itulah mungkin wujud ‘pembalasan dendam’, supaya tidak ada orang-orang yang bernasib sama seperti beliau dahulu.</p>
<p>Akhirnya kami-pun berbicara banyak hal, setelah membicarakan masalah teknis terkait Seminar, beliau-pun bercerita kisah hidupnya. Beliau menekankan pentingnya rendah hati dan kejujuran di dalam hidup. Ketulusan dan kelembutan hatinya sangat terlihat dalam perbincangan sore itu. Berulang kali saat menceritakan kisah hidupnya, beliau menangis terharu. Pak Karmaka adalah seorang pengusaha yang menggunakan hati dalam setiap tindakannya.</p>
<p>Beliau menceritakan berbagai macam kesusahan hidupnya ,jatuh bangunnya NISP sampai kesehatannya sendiri. Beliau kini berusia 78 tahun, sudah menjalani cangkok hati dan ginjal, akibat rusaknya kedua organ vitalnya tersebut. Hampir seminggu sekali beliau rutin menjalani pengobatan, tetapi semangatnya menutupi fisiknya yang sebetulnya kurang sehat, dengan semangatnya beliau tetap tampak gagah dan segar. “Semangat itu mengalahkan segalanya”, katanya</p>
<p>Akhirnya setelah berbincang-bincang selama 2,5 jam, kami mohon diri.<em> “Untuk kalian, pintu kantor saya selalu terbuka”</em> , ucapnya menutup percakapan sore itu. Saat kami mohon diri beliau pun bertanya kapan akan berkunjung lagi. Yang mengesankan sore itu, beliau mengantar kami keluar dari kantornya di lantai 8 gedung itu sampai ke kendaraan saya di tempat parkir. Luar biasa!</p>
<p>Beberapa hari setelah itu di suatu siang saat makan siang di kampus, HP saya berdering. <em>&#8220;Selamat Siang, benar dengan Bapak Renard?”</em> , karena suara yang kecil dan suasana kantin di kampus yang gaduh saya pun agak mengeraskan suara saya <em>“Benar Pak,dengan syapa ya ini?”</em> Dari ujung telepon menjawab <em>“Mohon maaf Pak saya mengganggu, Saya Karmaka Pak, yang kemarin kita bertemu.”</em> Saya terdiam sejenak, betapa luar biasa rendah hatinya sosok Pak Karmaka ini. Tutur katanya begitu sopan, padahal yang dihadapinya hanya seorang anak kemarin sore yang belum punya apa-apa. Setelah menanyakan kabar, beliau menanyakan beberapa hal terkait teknis seminar.  Biasanya untuk orang sekaliber beliau, sekretarisnya lah yang akan menghubungi untuk hal-hal teknis seperti itu, tetapi Beliau benar-benar berbeda. Sangat rendah hati dan bersahaja.</p>
<p>Akhirnya pada hari H Seminar Nasional 19 Februari 2011 , Pak Karmaka datang bersama anaknya, Pramukti Surjaudaja, Chairman OCBC NISP saat ini, sosok yang sangat rendah hati dan bersahaja juga seperti Pak Karmaka. Beliau naik ke panggung dengan menggunakan tongkat, kakinya yang bengkak akibat kesehatannya yang sudah menurun tidak terlalu kuat untuk berdiri lama. Saya masih ingat kata-kata pertamanya di hadapan 1600 orang itu, dengan rendah hati beliau berkata<em> “Perkenalkan, saya Karmaka, saya Cuma lulusan SMA, mohon bimbingan ,saran dan masukannya.”</em></p>
<p>Tentunya masih banyak hal inspiratif lainnya dari Karmaka Surjaudaja yang belum saya sempat tuliskan disini. Tidak sulit untuk menemukan hal-hal inspiratif tersebut dalam buku beliau. Satu hal yang sangat menonjol bagi saya dari beliau adalah kerendahan hatinya. Di tengah-tengah sebuah kesuksesan, kerendahan hati kadang menjadi hal yang terlupakan. Semoga kisah ini pun dapat terus menginspirasi untuk selalu menjadi rendah hati, sehebat dan sesukses apapun kita.</p>
<p><em>Semoga Pak Karmaka selalu dilimpahi kesehatan, dan senantiasa diberi kekuatan untuk menginspirasi lebih banyak orang lagi.</em> Amin!</p>
<div id="attachment_177" class="wp-caption aligncenter" style="width: 213px"><a href="http://renardwidarto.files.wordpress.com/2011/06/karm.jpg"><img class="size-medium wp-image-177" title="Bersama Karmaka Surjaudaja" src="http://renardwidarto.files.wordpress.com/2011/06/karm.jpg?w=203&#038;h=300" alt="Bersama Karmaka Surjaudaja" width="203" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Bersama Karmaka Surjaudaja</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/renardwidarto.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/renardwidarto.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/renardwidarto.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/renardwidarto.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/renardwidarto.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/renardwidarto.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/renardwidarto.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/renardwidarto.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/renardwidarto.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/renardwidarto.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/renardwidarto.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/renardwidarto.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/renardwidarto.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/renardwidarto.wordpress.com/174/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renardwidarto.wordpress.com&amp;blog=4751656&amp;post=174&amp;subd=renardwidarto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://renardwidarto.wordpress.com/2011/06/17/karmaka-surjaudaja-a-humble-and-inspiring-tycoon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cf6c34a277b236834a61210578924980?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Renard</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://renardwidarto.files.wordpress.com/2011/06/karmaka.jpg?w=100" medium="image">
			<media:title type="html">Biografi Karmaka Surjaudaja</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://renardwidarto.files.wordpress.com/2011/06/karm.jpg?w=203" medium="image">
			<media:title type="html">Bersama Karmaka Surjaudaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makassar : an Innovative City</title>
		<link>http://renardwidarto.wordpress.com/2011/06/13/makassar-an-innovative-city/</link>
		<comments>http://renardwidarto.wordpress.com/2011/06/13/makassar-an-innovative-city/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jun 2011 02:33:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andreas Renard Widarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://renardwidarto.wordpress.com/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[Pada 20 -22 Mei yang lalu saya mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Makassar, ibu kota Sulawesi Selatan. Saya diundang kesana untuk berbagi cerita dalam sebuah seminar entrepreneurship oleh sebuah Universitas negeri disana untuk sharing dalam sebuah seminar yang bertemakan Entrepreneurship, saya berbagi pengalaman tentang perjalanan ITB Entrepreneurship Challenge (IEC) 2011 yang baru saja berakhir. &#8220;Thanks [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renardwidarto.wordpress.com&amp;blog=4751656&amp;post=144&amp;subd=renardwidarto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada 20 -22 Mei yang lalu saya mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Makassar, ibu kota Sulawesi Selatan. Saya diundang kesana untuk berbagi cerita dalam sebuah seminar entrepreneurship oleh sebuah Universitas negeri disana untuk sharing dalam sebuah seminar yang bertemakan Entrepreneurship, saya berbagi pengalaman tentang perjalanan ITB Entrepreneurship Challenge (IEC) 2011 yang baru saja berakhir. <em>&#8220;Thanks God, it was my first time to visit Makassar.&#8221;</em></p>
<p>Menarik untuk menjelajah dan &#8216;melihat&#8217; seperti apa kota Makassar,yang baru saja meraih penghargaan Innovative City Award dari Kementerian Dalam Negeri RI pada Februari 2011 yang lalu. Di pesawat menuju Makassar, saya berkenalan dengan seorang 30 tahun-an yang duduk di sebelah saya. <em>Same with me, it was his first time to visit Makassar</em>. Belakangan saya tahu, ternyata dia bekerja di sebuah franchise Gym yang cukup ternama di berbagai kota besar di Indonesia. Kedatangannya ke Makassar untuk membuka cabang pertama mereka di kota itu. &#8221; Makassar itu penuh potensi, kota paling maju di Indonesia timur&#8221;, dia menerangkan kepada saya. Yang menarik lagi, belakangan saya tahu dia mengikuti serial ITB Entrepreneurship Challenge (IEC) 2011 di Metro TV setiap 15.00 WIB. (hehehe,, entah beneran ato enggak, i was very glad to hear that).</p>
<p>Akhirnya saya mendarat di Sultan Hasanuddin International Airport, bandara ini cukup bagus infrastrukturnya, one of the best airport in this country, I think.  Lebih bagus dari Hang Nadim International Airport di Batam dan jauh lebih besar dan bagus juga dari Ahmad Yani International Airport di Semarang (airport kebanggaan warga Semarang, kampung halaman saya..hehe). Tidak salah jika Makassar adalah salah satu kota yang paling  maju di Indonesia Timur.  Tampaknya berlaku peribahasa baru : <em>&#8220;Just judge a city by it&#8217;s airport&#8221;</em>(hehehe..)</p>
<div id="attachment_149" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://renardwidarto.files.wordpress.com/2011/06/3012796353_4cfa26b552.jpg"><img class="size-medium wp-image-149" title="Sultan Hasanuddin International Airport Makassar" src="http://renardwidarto.files.wordpress.com/2011/06/3012796353_4cfa26b552.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Sultan Hasanuddin International Airport Makassar" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Sultan Hasanuddin International Airport Makassar</p></div>
<p>Setelah itu saya meluncur ke hotel tempat saya menginap, di sekitaran Jl. Adhyaksa Makassar. Ternyata saya menjadi pembicara disana bersama Dr. Faiz (RAMP IPB) dan teman lama saya, yang sudah hampir lebih dari setahun ga pernah ketemu : pasangan Suami-Isteri pengusaha franchise Pisang Ijo &#8216;JustMine&#8217; Erwin Burhanudin dan Riezka Rahmatiana. Untuk Erwin dan Riezka, ini juga kali pertama mereka datang ke Makassar sama seperti saya. Beruntung kami ternyata memiliki waktu yang cukup lumayan untuk keliling dan &#8216;menikmati&#8217; kota Makassar yang indah.</p>
<p>Saya mencoba berbagai macam kuliner khas yang luar biasa mantapp! Mulai Seafood khas Makassar di RM Paotere, yang juga restoran favorit SBY-JK katanya, terbukti memang ikan-ikan disana benar-benar segar dan mantap! Saya juga mencoba Seafood di RM Lae &#8211; Lae ,diseputaran pantai Losari,yang terkenal dengan ikan kerapu-nya. Makanan wajib di Makassar: Konro Karebosi, yang konon menghabiskan ratusan kg iga sapi dan Coto di seputaran jalan Pettarani juga gak ketinggalan saya cobain. Saya juga mencicipi mie kering titi , yang mirip dengan I-fu mie tapi teksturnya lebih kecil dan renyah. Malam hari di seputaran pantai Losari ,kami makan Nyuknyang (gw gatau bedanya nyuknyang ama bakso dimana..hehe) dan es pisang ijo. Konon katanya ada juga kue khas asli Makassar yang namanya peppa janda (kue janda-red) entah gimana rasanya, sayang gw belum sempet coba juga..hahaha</p>
<p>Berbicara tentang kuliner, Makassar memang kaya akan berbagai macam jenis kuliner yang memang luar biasa enak rasanya. Saya mulai berpikir bahwa dilihat dari aneka ragam dan variasi jenis kulinernya saja, <strong>Makassar adalah kota yang sangat inovatif</strong>. Berbicara tentang es pisang ijo, es pisang ijo ini merupakan &#8216;dessert&#8217; khas Makassar selain es palubutung. Uniknya teman saya, pasangan suami-istri bos franchise pisang ijo yang sukses dan telah memiliki ratusan outlet di seluruh Indonesia itu, belum pernah sama sekali makan es pisang ijo di Makassar,,hehe.. <em> So, Makassar sebagai sebuah kota yang inovatif, terbukti sukses menginspirasi banyak orang, bahkan orang yang belum pernah datang kesana sama sekali .</em></p>
<p><em></em>Saya juga sempat berkunjung ke Trans Studio disana, yang konon katanya merupakan salah satu indoor theme park terbesar di dunia. Trans Studio ini diresmikan pada tahun 2009 yang lalu oleh PT Trans Kalla, kerjasama antara Para Group dan keluarga Kalla. Trans Studio ini dibangun diatas lahan seluas 24 ha ,cukup luas untuk sebuah kawasan mall yang dilengkapi dengan wahana permainan indoor dan  juga akan dibangun hotel berbintang 5 dan apartemen di kawasan tersebut. Yang menarik adalah kawasan yang demikian luas itu, konon katanya adalah pantai yang kemudian di-reklamasi. Terlepas dari berbagai dampak yang ditimbulkan dari reklamasi, sebuah inovasi yang cukup berani untuk mengubah kawasan yang semula pantai menjadi sebuah kawasan pusat hiburan yang terpadu.</p>
<div id="attachment_164" class="wp-caption aligncenter" style="width: 154px"><a href="http://renardwidarto.files.wordpress.com/2011/06/img00185-20110520-1910.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-164" title="at Trans Studio Makassar" src="http://renardwidarto.files.wordpress.com/2011/06/img00185-20110520-1910.jpg?w=144&#038;h=150" alt="at Trans Studio Makassar" width="144" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">at Trans Studio Makassar</p></div>
<p>Saya berdecak kagum lagi mendengan rencana pembangunan Center Point of Indonesia (CPI). CPI direncanakan akan menjadi kawasan bisnis global terpadu di Indonesia timur, dengan luas yang direncanakan sekitar 200 ha, terletak di Kawasan Tanjung Bunga Pantai Losari. Di CPI ini direncanakan akan ada berbagai fasilitan insfrastruktur bisnis, hiburan, perkantoran, hotel dan lapangan golf dengan pemandangan indah langsung ke laut lepas. Jika CPI ini selesai dibangun, mungkin Makassar akan menjadi kota metropolitan terbesar di Indonesia setelah Jakarta. Kembali menarik, lahan seluas 200 ha itu semula adalah pantai yang di reklamasi. Inovasi mengubah lahan yang semula pantai menjadi sebuah kawasan bisnis internastional ini mungkin baru satu-satunya di Indonesia.</p>
<div id="attachment_168" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://renardwidarto.files.wordpress.com/2011/06/cpi_1.jpg"><img class="size-medium wp-image-168" title="Center Point of Indonesia" src="http://renardwidarto.files.wordpress.com/2011/06/cpi_1.jpg?w=300&#038;h=190" alt="Center Point of Indonesia" width="300" height="190" /></a><p class="wp-caption-text">Center Point of Indonesia</p></div>
<p>Hampir semua kota di Indonesia memiliki pusat kota yang biasa disebut &#8216;alun-alun&#8217;, yang juga sering dijadikan icon kota tersebut. Demikian juga Makassar yang memiliki Lapangan Karebosi sebagai pusat kota sekaligus ikon kota yang memiliki nilai sejarah. Melihat Lapangan Karebosi, saya teringat dengan Lapangan Simpang Lima di Semarang, yang konsep dan tampaknya hampir sama. Lapangan Karebosi ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan Makassar, Kesebelasan PSM Makassar juga menggunakan lapangan ini untuk latihan di sore hari. Dahulu seperti halnya Simpang Lima, konon katanya Karebosi juga menjadi kawasan yang semrawut, dimana banyak pedangang kaki lima yang tak beraturan sampai praktek prostistusi dan waria disekitarnya. Belakangan keadaan baik itu di Simpang Lima maupun Karebosi jauh lebih tertib dan nyaman dilihat. Pemkot Semarang telah melakukan relokasi dan penertiban di seputar kawasan Simpang Lima,sehingga kawasan ini sekarang menjadi lebih tertib dan teratur.</p>
<p>Sementara itu Makassar dengan cukup inovatif, mencoba mengatasi persoalan itu dengan membangun Mall bawah tanah, yang menarik Mall Karebosi Link itu berada di bawah Lapangan Karebosi, dan Lapangan Karebosi tetap dapat berfungsi seperti semula. Ada banyak kota besar di Indonesia yang memiliki alun-alun yang semula semrawut, tapi hanya Makassar yang memiliki inovasi untuk membangun sebuah mall bawah tanah di bawahnya. <em>Jadi tidak berlebihan kalau Makassar diberikan penghargaan sebagai Innovative City pada Februari 2011 yang lalu.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/renardwidarto.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/renardwidarto.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/renardwidarto.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/renardwidarto.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/renardwidarto.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/renardwidarto.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/renardwidarto.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/renardwidarto.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/renardwidarto.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/renardwidarto.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/renardwidarto.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/renardwidarto.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/renardwidarto.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/renardwidarto.wordpress.com/144/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renardwidarto.wordpress.com&amp;blog=4751656&amp;post=144&amp;subd=renardwidarto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://renardwidarto.wordpress.com/2011/06/13/makassar-an-innovative-city/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cf6c34a277b236834a61210578924980?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Renard</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://renardwidarto.files.wordpress.com/2011/06/3012796353_4cfa26b552.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Sultan Hasanuddin International Airport Makassar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://renardwidarto.files.wordpress.com/2011/06/img00185-20110520-1910.jpg?w=144" medium="image">
			<media:title type="html">at Trans Studio Makassar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://renardwidarto.files.wordpress.com/2011/06/cpi_1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Center Point of Indonesia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>About ITB Entrepreneurship Challenge (IEC): The History and The Process</title>
		<link>http://renardwidarto.wordpress.com/2011/05/18/about-itb-entrepreneurship-challenge-iec-the-history-and-the-process/</link>
		<comments>http://renardwidarto.wordpress.com/2011/05/18/about-itb-entrepreneurship-challenge-iec-the-history-and-the-process/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 May 2011 15:50:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andreas Renard Widarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://renardwidarto.wordpress.com/?p=121</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang saya tulis pada posting saya yang terakhir, hampir selama 10 bulan terakhir ini saya banyak beraktivitas di kepanitiaan ITB Entrepreneurship Challenge 2011 (IEC2011). IEC 2011 ini belakangan berhasil menjadi acara mahasiswa pertama Indonesia yang dijadikan tayangan di Stasiun TV Nasional (Metro TV) sebanyak 8 episode ,setiap Hari Sabtu jam 15.00 WIB ,mulai 16 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renardwidarto.wordpress.com&amp;blog=4751656&amp;post=121&amp;subd=renardwidarto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti yang saya tulis pada posting saya yang terakhir, hampir selama 10 bulan terakhir ini saya banyak beraktivitas di kepanitiaan ITB Entrepreneurship Challenge 2011 (IEC2011).</p>
<p><a href="http://renardwidarto.files.wordpress.com/2011/05/logo-iec-2011.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-123" title="LOGO IEC 2011" src="http://renardwidarto.files.wordpress.com/2011/05/logo-iec-2011.jpg?w=300&#038;h=101" alt="" width="300" height="101" /></a>IEC 2011 ini belakangan berhasil menjadi acara mahasiswa pertama Indonesia yang dijadikan tayangan di Stasiun TV Nasional (Metro TV) sebanyak 8 episode ,setiap Hari Sabtu jam 15.00 WIB ,mulai 16 April 2011 yang lalu.</p>
<p>Anyway, banyak pertanyaan yang belakangan saya sering temui terkait latar belakang dan asal muasal dari IEC. Semoga tulisan saya ini bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">The History and The Process of ITB Entrepreneurship Challenge (IEC)</span></strong></p>
<div id="attachment_124" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://renardwidarto.files.wordpress.com/2011/05/esummit_gorismustaqim.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-124" title="Goris Mustaqim" src="http://renardwidarto.files.wordpress.com/2011/05/esummit_gorismustaqim.jpg?w=150&#038;h=142" alt="Goris Mustaqim" width="150" height="142" /></a><p class="wp-caption-text">Goris Mustaqim</p></div>
<div>
<p>ITB Entrepreneurship Challenge (IEC) ini adalah sebuah rangkaian acara yang diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa ITB (KM-ITB) pertama kali pada tahun 2005 dengan foundernya Goris Mustaqim (SI’01) dan Juwanda (TI’01) , mereka dibantu oleh Ridwan (BI’03) dan Zaky (IF’04). Ide tersebut waktu itu muncul karena sebuah visi yang sama, bahwa mahasiswa (dalam hal ini mahasiswa ITB) harus mampu menjadi pelopor dan penggerak gerakan entrepreneurship di kalangan generasi muda, bagaimana mengubah mindset kebanyakan mahasiswa dari ‘pekerja’ menjadi ‘wirausaha’. Semangat dan visi inilah yang sampai saat ini masih bertahan dan baru selesai juga diperjuangkan oleh teman-teman Panitia IEC 2011.</p>
</div>
<p>IEC ini sendiri merupakan serangkaian acara yang berintikan kompetisi ide bisnis antara mahasiswa se-Indonesia. Satu tim peserta IEC yang terdiri dari 3 orang harus mensubmit proposal yang berisi ide bisnis mereka, dan kemudian akan dilakukan seleksi dalam beberapa tahap. Serangkaian acara ini terus mengalami dinamisasi dari tahun ke tahun, dan puji syukur semakin banyak dan luas juga stakeholder yang terlibat dalam acara ini dari tahun ke tahunnya. Salah satu indikatornya terlihat dari jumlah proposal yang masuk pada IEC 2011 ini yang berkisar sekitar 700 proposal, jumlah ini lebih dari 1,5 kali lipat dari jumlah proposal yang masuk pada IEC 2010, yang berkisar sekitar 420 proposal. Sementara dari IEC 2006 sampai dengan sebelum IEC 2010 proposal yang masuk  berkisar di sekitar 200 proposal.</p>
<p>Proposal yang diterima oleh panitia kemudian diseleksi oleh dewan juri untuk dipilih 20 besar terbaik. Kemudian 20 besar tim terbaik ini harus mengikuti E-Camp, dimana pada E-Camp yang berlangsung sekitar 5 hari tersebut peserta akan diberikan berbagai pengetahuan tentang kemampuan dasar ,teknik dan strategi bisnis dari para pakar dan praktisi. E- Camp ini mulai diadakan pada IEC 2010. Setelah E-Camp ini peserta 20 besar diminta untuk men-submit ulang proposal mereka dalam bentuk business plan, berdasarkan pengetahuan dasar yang telah mereka dapatkan dalam E-Camp tersebut.</p>
<p>Pada IEC 2011 ini, dikembangkan sebuah konsep baru yang bertajuk “Business Skill Challenge” (BSC) yang dikenal juga sebagai “Grand Final IEC” yang diikuti oleh 10 besar tim terbaik. BSC ini bertujuan untuk menguji hard skill dan soft skill bisnis para peserta. Pada BSC ini peserta ditantang untuk merancang dan mengembangakan sebuah produk baru dari sebuah company, setelah mereka melakukan market survey. Peserta juga ditantang untuk langsung terjun ke lapangan menjual produk dan berlomba-lomba untuk mendapatkan profit terbanyak. Setelah melewati proses BSC ini, peserta harus mengikuti “Final Presentation”, dimana mereka akan mempresentasikan ide bisnis dan business plan mereka kepada para juri.</p>
<p>Acara puncak IEC dari tahun ke tahun adalah Gala Dinner, yang juga merupakan malam penganugerahan dan pengumuman pemenang. Pada Gala Dinner ini 10 besar tim dapat juga bertemu langsung dengan para investor yang diundang. Sehingga para peserta yang tidak mendapatkan kejuaraan-pun memiliki kesempatan untuk memperoleh modal bagi calon usaha mereka. Hadiah IEC ini sendiri dari tahun ke tahun, harus digunakan sebagai modal usaha untuk merealisasi ide bisnis mereka.</p>
<p>IEC pada dasarnya mengusung sebuah konsep yang bermuara pada lahirnya sebuah realisasi bisnis. Dengan terciptanya realisasi bisnis, maka visi IEC untuk mencetak lebih banyak lagi entrepreneur dapat terwujud. Realisasi bisnis dapat tercapai jika ada sebuah ide bisnis, konsep yang matang dan tentunya modal. Ketiga komponen inilah yang ingin coba diakomodasikan oleh IEC. Ide bisnis dapat distimulus lewat kompetisi ini, dan beberapa ide ‘luar biasa’ yang visible akan terseleksi dalam proses penjurian. Konsep bisnis yang matang berusaha diakomodir lewat E-Camp. Aspek modal dapat diakomodir dari kesempatan mendapatkan kerjasama dari para investor, dan tentunya bagi para pemenang, modal dapat diakomodir dari hadiah kejuaraan.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://renardwidarto.files.wordpress.com/2011/05/konsep.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-139" title="konsep" src="http://renardwidarto.files.wordpress.com/2011/05/konsep.jpg?w=293&#038;h=300" alt="" width="293" height="300" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/renardwidarto.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/renardwidarto.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/renardwidarto.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/renardwidarto.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/renardwidarto.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/renardwidarto.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/renardwidarto.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/renardwidarto.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/renardwidarto.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/renardwidarto.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/renardwidarto.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/renardwidarto.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/renardwidarto.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/renardwidarto.wordpress.com/121/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renardwidarto.wordpress.com&amp;blog=4751656&amp;post=121&amp;subd=renardwidarto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://renardwidarto.wordpress.com/2011/05/18/about-itb-entrepreneurship-challenge-iec-the-history-and-the-process/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cf6c34a277b236834a61210578924980?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Renard</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://renardwidarto.files.wordpress.com/2011/05/logo-iec-2011.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">LOGO IEC 2011</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://renardwidarto.files.wordpress.com/2011/05/esummit_gorismustaqim.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Goris Mustaqim</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://renardwidarto.files.wordpress.com/2011/05/konsep.jpg?w=293" medium="image">
			<media:title type="html">konsep</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello World!</title>
		<link>http://renardwidarto.wordpress.com/2011/05/17/hello-world/</link>
		<comments>http://renardwidarto.wordpress.com/2011/05/17/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 May 2011 14:08:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andreas Renard Widarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://renardwidarto.wordpress.com/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[Ternyata sudah hampir genap setahun blog ini gak sempat ter-update dan terurus. Hal ini dikarenakan aktivitas saya yang baru saja selesai di ITB Entrepreneurship Challenge 2011, semoga setelah ini semakin rajin nulis dan blog ini tetap ter-update dengan teratur! Salam,<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renardwidarto.wordpress.com&amp;blog=4751656&amp;post=118&amp;subd=renardwidarto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ternyata sudah hampir genap setahun blog ini gak sempat ter-update dan terurus.</p>
<p>Hal ini dikarenakan aktivitas saya yang baru saja selesai di ITB Entrepreneurship Challenge 2011, semoga setelah ini semakin rajin nulis dan blog ini tetap ter-update dengan teratur!</p>
<p>Salam,</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/renardwidarto.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/renardwidarto.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/renardwidarto.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/renardwidarto.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/renardwidarto.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/renardwidarto.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/renardwidarto.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/renardwidarto.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/renardwidarto.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/renardwidarto.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/renardwidarto.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/renardwidarto.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/renardwidarto.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/renardwidarto.wordpress.com/118/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renardwidarto.wordpress.com&amp;blog=4751656&amp;post=118&amp;subd=renardwidarto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://renardwidarto.wordpress.com/2011/05/17/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cf6c34a277b236834a61210578924980?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Renard</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>FORUM NASIONAL KEWIRAUSAHAAN</title>
		<link>http://renardwidarto.wordpress.com/2010/05/27/forum-nasional-kewirausahaan/</link>
		<comments>http://renardwidarto.wordpress.com/2010/05/27/forum-nasional-kewirausahaan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 15:01:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andreas Renard Widarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://renardwidarto.wordpress.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[IKASTARA (Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara) Business Club (IBC) dengan didukung oleh: Departemen Perdagangan Republik Indonesia , Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia (HIPMIKINDO) dan Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (IKASTARA) mengadakan Forum Balairung 9: Forum Nasional Kewirausahaan (FNK) dengan tema &#8220;Sinergi Kompetensi untuk Daya Saing Indonesia Yang Lebih Baik&#8221; FNK ini bersifat terbuka untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renardwidarto.wordpress.com&amp;blog=4751656&amp;post=89&amp;subd=renardwidarto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>IKASTARA (Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara) Business Club (IBC)</p>
<p>dengan didukung oleh: Departemen Perdagangan Republik Indonesia , Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia (HIPMIKINDO) dan Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (IKASTARA)</p>
<p>mengadakan Forum Balairung 9: Forum Nasional Kewirausahaan (FNK) dengan tema <strong>&#8220;Sinergi Kompetensi untuk Daya Saing Indonesia Yang Lebih Baik&#8221;</strong></p>
<p>FNK ini bersifat <span style="text-decoration:underline;">terbuka untuk umum</span> dengan pembicara:</p>
<p><em>Mari Elka Pangestu (Menteri Perdagangan RI), sebagai Keynote Speaker<br />
</em></p>
<p><em>Sandiago Uno (Chairman Saratoga Investama, Waketum KADIN)</em></p>
<p><em>Hendy Setiono (Pendiri PT Kebab Turki Baba Rafi)</em></p>
<p><em>Agus Muharam (Deputi Pembiayaan / Pemasaran Kementrian KUKM)</em></p>
<p><em>Prof. Harsono (Direktur P2M Kemdiknas)</em></p>
<p><em>Mega Satria (Head of Business Development Sampoerna Microfinance)</em></p>
<p><em>Decy Wijayanti (Ketua LPP HIPMIKINDO)</em></p>
<p><em>Thomas Airlangga (Vice-President Credit Operation HSBC)</em></p>
<p><em>Dicky Sukmana (Strategic Director MarketBiz Media)</em></p>
<p><em>dr. Abbi Angkasa (Pendiri Satu Solusi Intermedia)</em></p>
<p><em>Isdiyanto (Pemred Majalah Wirausaha &amp; Keuangan)</em></p>
<p><em>Henny Hughes (IAEF)</em></p>
<p>FNK ini akan diadakan pada Rabu, 16 Juni 2010 (pk 09.00 &#8211; 17.00) , bertempat di Auditorium Gedung Departemen Perdagangan Jakarta.</p>
<p>Dengan kontribusi peserta sebagai berikut:</p>
<p>Mahasiswa = Rp 100.000 (Early Bird)  &#8212;  Rp 150.000,00 (Normal)</p>
<p>Umum = Rp 200.000 (Early Bird) &#8212; Rp 250.000,00 (Normal)</p>
<p>* Keterangan = Early Bird untuk pemesanan sampai tanggal 5 Juni 2010</p>
<p>Untuk rekan-rekan yang berada di <strong>Bandung</strong>, bila membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi perwakilan IBC Bandung :</p>
<p>Andreas Renard Widarto (08179573735), M. Luthfi Adi P (085640284694) atau Taruna Fadillah (085720369220), atau ke CP yang tertera pada poster untuk rekan-rekan yang berdomisili di luar Kota Bandung.</p>
<p>Kami mengharapkan dan menunggu partisipasi dari teman-teman dan rekan-rekan sekalian untuk bersama-sama menciptakan daya saing Indonesia yang lebih baik lagi.</p>
<p>Atas perhatian dan atensi rekan-rekan sekalian kami ucapkan terimakasih.</p>
<p><em>&#8220;Karena tuntutan memberikan karya terbaik adalah tuntutan seumur hidup..&#8221;</em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p><em>Andreas Renard Widarto (TN-16)</em></p>
<p><em>Wakil Ketua IBC Bandung</em><em> </em></p>
<p style="text-align:center;">
<div id="attachment_97" class="wp-caption alignleft" style="width: 447px"><a href="http://renardwidarto.files.wordpress.com/2010/05/poster-fnk-preview.jpg"><img class="size-medium wp-image-97" title="Poster FNK" src="http://renardwidarto.files.wordpress.com/2010/05/poster-fnk-preview.jpg?w=437&#038;h=308" alt="" width="437" height="308" /></a><p class="wp-caption-text">Forum Nasional Kewirausahaan</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/renardwidarto.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/renardwidarto.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/renardwidarto.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/renardwidarto.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/renardwidarto.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/renardwidarto.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/renardwidarto.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/renardwidarto.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/renardwidarto.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/renardwidarto.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/renardwidarto.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/renardwidarto.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/renardwidarto.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/renardwidarto.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renardwidarto.wordpress.com&amp;blog=4751656&amp;post=89&amp;subd=renardwidarto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://renardwidarto.wordpress.com/2010/05/27/forum-nasional-kewirausahaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cf6c34a277b236834a61210578924980?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Renard</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://renardwidarto.files.wordpress.com/2010/05/poster-fnk-preview.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Poster FNK</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Inspirasi dari seorang Tan Sri Lim Goh Tong</title>
		<link>http://renardwidarto.wordpress.com/2010/03/11/inspirasi-dari-seorang-tan-sri-lim-goh-tong/</link>
		<comments>http://renardwidarto.wordpress.com/2010/03/11/inspirasi-dari-seorang-tan-sri-lim-goh-tong/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 04:54:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andreas Renard Widarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://renardwidarto.wordpress.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin banyak dari kita yang belum mengenal siapa Tan Sri Lim Goh Tong.. (Alm) Tan Sri Lim Goh Tong adalah orang terkaya di Malaysia, orang nomor 4 terkaya di Asia, dan menempati peringkat 204 orang terkaya di dunia versi majalah Forbes tahun 2008. Lim Goh Tong lahir di Axian, Fujian ,China pada 1918. Dalam usia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renardwidarto.wordpress.com&amp;blog=4751656&amp;post=75&amp;subd=renardwidarto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin banyak dari kita yang belum mengenal siapa Tan Sri Lim Goh Tong..<br />
(Alm) Tan Sri Lim Goh Tong adalah <strong>orang terkaya di Malaysia</strong>, orang <strong>nomor 4 terkaya di Asia</strong>, dan menempati <strong>peringkat 204 orang terkaya di dunia </strong>versi majalah Forbes tahun 2008.</p>
<p>Lim Goh Tong lahir di Axian, Fujian ,China pada 1918. Dalam usia 16 tahun ayahnya meninggal dan Lim terpaksa meninggalkan sekolah untuk bekerja menafkahi 7 anggota keluarganya dengan berdagang sayur mayur. Dalam usia 19 tahun, karena situasi di China yang mengkhawatirkan karena perang saudara dan invasi Jepang, Lim pergi mengadu nasib seorang diri ke Malaya (sekarang Malaysia-red) bekerja sebagai seorang tukang kayu. Dalam perjalanannya Lim sempat menjadi kuli bangunan dan mandor sampai akhirnya menjadi seorang kontraktor kecil-kecilan. Singkat cerita Lim akhirnya menjadi kontraktor besar dan menjadi salah satu konglomerat terkaya di Malaysia dengan aset terkenalnya Genting Highland (kawasan yang semula hutan tak terjamah di dataran tinggi diubah menjadi salah satu kasino dan resort terbaik di dunia) dan juga perusahaan pelayaran dengan kapal -kapal pesiar mewahnya seperti <em>Star Cruises </em>dan <em>Superstar Pisces</em>.</p>
<p>Saya membaca kisah lengkap Lim Goh Tong ini dari buku biografinya yang berjudul My Story (Kisah Saya). Buku ini terbit tahun 2004 di Malaysia, dan beberapa tahun yang lalu saya membelinya. Belum lama ini saya menemukan buku ini lagi, dan membacanya kembali secara lebih mendalam. Dan memang buku ini sangat -sangat inspiratif. Di tiap bagian buku dari kata sambutan sampai penutup memiliki banyak hal yang sangat menginspirasi saya, bukan hanya dalam pengetahuan bisnis tapi juga mengenai ilmu kehidupan. I really recommend this book !!</p>
<p>Kata sambutan dari buku ini datang dari Dato Seri Abdullah Ahmad Badawi (saat itu PM Malaysia-red) dan Mahathir Mohamad (mantan PM Malaysia), tentunya dari situ bisa dilihat bahwa Lim Goh Tong ini adalah seorang konglomerat yang bukan main-main, yang tentunya pastilah banyak memberikan kontribusi untuk perekonomian negaranya. Tidak sama dengan konglomerat-konglomerat atau cukong-cukong di Indonesia, yang kebanyakan malah merugikan dan menguras kekayaan negara.</p>
<p>Selain itu, Lim Goh Tong juga dianugerahi gelar bangsawan Tan Sri dari Yang Dipertuan Agung Raja Malaysia, yang artinya Lim Goh Tong sebagai pengusaha besar dan konglomerat yang banyak berjasa bagi negara. Dalam buku ini, dibahas bagaimana Lim Goh Tong menjadi seorang konglomerat dan pengusaha yang bermoral dan berkontribusi bagi perekonomian rakyat banyak. Dalam hal ini, Lim Goh Tong patut dijadikan figur teladan bagi para pengusaha.</p>
<p>Hal inilah yang juga dicita-citakan dengan berdirinya IBC (IKASTARA Business Club), dimana pada nantinya diharapkan IBC dapat menghasilkan pengusaha-pengusaha besar yang bermoral dan berkontribusi terhadap hajat hidup rakyat banyak dan perekonomian negara, sesuai dengan janji kita untuk memberikan karya terbaik kita bagi masyarakat,bangsa dan negara dimana pun berada. Sehingga pengusaha-pengusaha lulusan SMA Taruna Nusantara ini dapat muncul sebagai pengusaha-pengusaha dengan kontribusi luar biasa untuk Indonesia pada nantinya, seperti juga Lim Goh Tong untuk Malaysia.</p>
<p>Kutipan tulisan Lim Goh Tong yang menarik dalam buku ini ,yang menginspirasi saya akan saya tuliskan dalam note ini.. Semoga bermanfaat dan juga dapat memberikan inspirasi..</p>
<p>&#8220;Saya percaya untuk berhasil dalam bisnis dan kehidupan, sesorang harus bisa melakukan seperti digambarkan dalam istilah Cina, <strong>dan da xin xi</strong>, <span style="text-decoration:underline;">berani tetapi penuh perhitungan</span>. Bila keputusan sudah diambil berdasarkan alasan yang benar, sisanya adalah kerja keras, determinasi, dan daya tahan untuk menunggu masa panen. Mengambil jalan pintas dan melakukan berbagai penipuan bukanlah gaya saya. Saya sangat percaya tidak ada jalan pintas mencapai kesuksesan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Pengalaman mengajarkan kepada saya, bahwa ide, tidak peduli sebagus apapun juga, adalah sia-sia bila tidak dilaksanakan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Saya belajar bahwa bila saya sudah memberikan komitmen untuk melakukan sesuatu, saya harus melakukan yang terbaik yang saya bisa untuk menyelesaikannya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Saya percaya dengan kekuatan dari keyakinan. Saat saya mengambil sebuah keputusan dan percaya saya benar, saya tetap akan bertahan padanya, tidak peduli kemungkinannya seperti apa. Betapa &#8216;keras kepala&#8217;-nya saya bila saya sudah membuat suatu keputusan. Jika kita percaya diri pada keputusan kita, kita seharusnya tidak ragu dan terganggu oleh kritikan dan ejekan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ajaran orang tua selalu menekankan kepada kami nilai-nilai tradisional Cina, tentang pentingnya <strong>kerja keras</strong> dan <strong>sikap pantang menyerah</strong>. Saat memutuskan untuk melakukan sesuatu, kami tidak boleh berhenti di tengah jalan ataupun dengan mudah tergoda untuk mendadak mengerjakan hal yang lain. Kami harus berjuang dengan pikiran yang mandiri, menghadapi masalah dengan jujur dan menyelesaikannya dengan <strong>pantang menyerah</strong> sampai masalah tersebut diselesaikan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ajaran orang tua tentang nilai tradisional Cina, mengajarkan kepada saya untuk bersikap rendah hati, sopan, dan menghormati orang lain. Saya bisa memeluk bahu para tycoon dan pejabat besar, saya juga bisa bergaul akrab dengan pedagang kaki lima dan pekerja kasar.&#8221;</p>
<p>&#8220;Saya menyadari <strong>pentingnya bersikap ramah, sabar dan jujur</strong> dalam menghadapi orang. Kekayaan dan kekuasaan tidak seharusnya digunakan sebagai kriteria dalam memilih teman. Nilai dan prinsip kehidupan ini selalu menjadi acuan saya dalam menjalani hidup&#8221;</p>
<p>&#8221; Lakukan hal yang baik kepada orang lain dan kamu akan mendapat balasan yang sama&#8221;</p>
<p>“Orang tua saya juga selalu mengingatkan kami untuk sederhana dan rendah hati dalam hidup, bahwa kekayaan hati berasal dari kesederhanaan dan kerendahan hati, sedangakan kekayaan yang hebat adalah kehendak dari Surga.&#8221;</p>
<p>&#8220;Sebuah <strong>senyuman</strong> dan <strong>usaha yang tidak sulit</strong>, bisa membuat kita menjadi begitu cepat akrab dengan seseorang yang belum kita kenal sebelumnya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Pengalaman mengajarkan saya bahwa sebenarnya tidaklah sulit untuk berteman. Yang perlu saya lakukan hanyalah mengambil inisiatif untuk menghampiri orang dengan <strong>hangat</strong> dan <strong>jujur</strong>.&#8221;</p>
<p>&#8220;Bila saya tidak mempercayai seseorang, saya tidak akan mempekerjakannya, bila saya mempekerjakannya, saya akan mempercayainya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Saya menjalani kehidupan sederhana dengan <strong>disiplin</strong>. Kebiasaan saya, saya bangun sangat pagi, tetapi tidak memiliki jam yang pasti untuk tidur. Kadang saya kerja sampai larut malam mengahadapi dokumen dan memikirkan berbagai masalah. Bahkan saat tidur, bila saya mendapatkan ide tertentu, saya akan bangun dan mulai membuat catatan atau menggambar berbagai diagram.&#8221;</p>
<p>&#8220;Saya memiliki kebiasaan tepat waktu.Bagi saya, semua janji adalah penting. Saya tidak akan membuat alasan untuk membatalkan suatu pertemuan hanya karena orang yang akan saya jumpai bukan orang penting.&#8221;</p>
<p><img src="/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-2.png" alt="" /></p>
<p>Terimakasih dan Semoga bermanfaat..</p>
<p><em>Karena tuntutan memberikan karya terbaik, adalah tuntutan seumur hidup</em>.</p>
<p>Andreas Renard Widarto (TN-16)<br />
Vice General Director IBC Bandung a.k.a Wakil Ketua</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/renardwidarto.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/renardwidarto.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/renardwidarto.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/renardwidarto.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/renardwidarto.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/renardwidarto.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/renardwidarto.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/renardwidarto.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/renardwidarto.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/renardwidarto.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/renardwidarto.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/renardwidarto.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/renardwidarto.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/renardwidarto.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renardwidarto.wordpress.com&amp;blog=4751656&amp;post=75&amp;subd=renardwidarto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://renardwidarto.wordpress.com/2010/03/11/inspirasi-dari-seorang-tan-sri-lim-goh-tong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cf6c34a277b236834a61210578924980?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Renard</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nilai Positif dari Kehidupan Berasrama di SMA Taruna Nusantara Sebagai Seorang Pengusaha Nasional</title>
		<link>http://renardwidarto.wordpress.com/2010/01/29/nilai-positif-dari-kehidupan-berasrama-di-sma-taruna-nusantara-sebagai-seorang-pengusaha-nasional-share/</link>
		<comments>http://renardwidarto.wordpress.com/2010/01/29/nilai-positif-dari-kehidupan-berasrama-di-sma-taruna-nusantara-sebagai-seorang-pengusaha-nasional-share/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 19:05:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andreas Renard Widarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://renardwidarto.wordpress.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari lalu saya bertemu di dunia maya dan menbgobrol dengan Bang Jakarespati Wiradisuria (TN-11) yang sekarang menjadi seorang pengusaha muda yang sukses&#8230; Ada sebuah notes karya beliau yang sangat menarik dan inspiratif yang bagus untuk saya share disini.. &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211; Nilai Positif dari Kehidupan Berasrama di SMA Taruna Nusantara Sebagai Seorang Pengusaha Nasional Tanpa saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renardwidarto.wordpress.com&amp;blog=4751656&amp;post=60&amp;subd=renardwidarto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari lalu saya bertemu di dunia maya dan menbgobrol dengan Bang <i><b>Jakarespati Wiradisuria (TN-11)</b></i> yang sekarang menjadi seorang pengusaha muda yang sukses&#8230;</p>
<p><i>Ada sebuah notes karya beliau yang sangat menarik dan inspiratif yang bagus untuk saya share disini..</i></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<div>
<div><b>Nilai Positif dari Kehidupan Berasrama di SMA Taruna Nusantara Sebagai Seorang Pengusaha Nasional</b></div>
<div>
<div>
<div><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=3831078&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=303182871326&amp;aid=-1&amp;auser=0&amp;oid=303182871326&amp;id=566726900"><img src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs146.snc3/17331_262879136900_566726900_3831078_4548624_a.jpg" alt=""></a></div>
</div>
<div>Tanpa saya sadari, tiga tahun menjalani hidup di SMA Taruna Nusantara memberikan wawasan dan manfaat yang jauh melampaui apa yang saya bayangkan. Seperti apa yang Steve Jobs pernah utarakan dalam <a title="http://www.youtube.com/watch?v=D1R-jKKp3NA" href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=303182871326&amp;h=f5cb7ca0d0b89755fa01c8965073c44a&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.youtube.com%2Fwatch%3Fv%3DD1R-jKKp3NA" target="_blank"><i>Commencement Speech</i></a>-nya di Stanford University tahun 2005 (see mind map <a title="http://www.youtube.com/watch?v=Ul4eI0bQccQ&amp;feature=related" href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=303182871326&amp;h=0e0c08c986861e854b3f3edc5595ba40&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.youtube.com%2Fwatch%3Fv%3DUl4eI0bQccQ%26feature%3Drelated" target="_blank">video</a> and <a title="http://nathanchitty.typepad.com/nathan_chitty_webblog/2007/12/steve-jobs-stan.html" href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=303182871326&amp;h=fe474b560ad67f154ba909d163c0369e&amp;url=http%3A%2F%2Fnathanchitty.typepad.com%2Fnathan_chitty_webblog%2F2007%2F12%2Fsteve-jobs-stan.html" target="_blank">pdf file</a> for details):
</p>
<p>&#8220;It was impossible to <big>connect the dots</big> looking forward when I was in college. But it was very, very clear looking backwards ten years later. &#8230;. You can&#8217;t connect the dots looking forward; you can only connect them looking backwards. So you have to trust that the dots will somehow connect in your future&#8230;&#8221;</p>
<p>Saat ini saya sedang melihat ke belakang sejenak untuk memahami arti mengapa dan bagaimana saya bisa berada di posisi seperti sekarang ini. Dengan menghubungkan berbagai peristiwa di masa lalu (<i>connect the dots</i>), saya mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan saya tersebut – yang kebetulan memang tepat <b>10 tahun yang lalu</b>. Terlepas dari karakter pribadi, kehidupan berasrama di SMA Taruna Nusantara memberikan nilai tambah terhadap kapabilitas yang dibutuhkan dalam diri saya untuk dapat meraih kesuksesan sebagai pengusaha nasional di masa depan.</p>
<p>Beberapa poin penting yang mampu saya ingat hingga sekarang adalah sebagai berikut:</p>
<p><b>1-	Relevansi dari Keharusan Menghafal Nama</b><br />
Bagi saya yang kurang suka menghafal, mengingat nama (dan asal daerah) 298 teman seangkatan dan kurang lebih 600 abang dan kakak kelas 2 dan 3 adah sebuah mimpi buruk yang menjadi kenyataan selama satu tahun pertama di awal kehidupan saya di kampus SMA Taruna Nusantara. Namun, karena memang saat itu yang ada dalam pikiran saya adalah menghindari hukuman dan saya juga mendapat secercah pemikiran positif bahwa mengingat nama orang juga bukan hal yang negatif, saya terus berusaha menghafal SEMUA nama dan asal daerah teman seangkatan saya, termasuk nama abang dan kakak dari angkatan 9 dan 10.</p>
<p>Sekarang, saya benar-benar mendapatkan manfaat dari ‘kebiasaan’ tersebut. Sebagai pengusaha, NETWORK atau jejaring adalah hal yang tidak ternilai harganya. Hal ini dikarenakan sebuah network yang berisi sahabat, teman sekolah/kuliah, kolega semasa kerja, teman dalam organisasi, bahkan hingga temannya teman adalah sumber dari sumber berbagai macam peluang dan harapan sebagai seorang pengusaha. Kita tidak akan pernah tahu kapan peluang atau opportunity itu akan muncul.</p>
<p>Hal ini sejalan dengan prinsip kesuksesan masyarakat Tiong Hoa tempat saya banyak berguru. Mereka mengedepankan suatu prinsip bahwa Hoki (Heaven’s luck) akan datang apabila kita memiliki Hong Shui (Earth’s Luck) dan Ho Peng (People’s Luck). Penekanan saya dalam poin ini adalah pada <i>People&#8217;s luck</i>, bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri, dan begitu pula halnya dalam berbisnis. Memiliki teman/rekan/partner yang baik adalah salah satu syarat untuk mendapat Hoki (baca: mencapai kesuksesan – red).</p>
<p>Oleh karena itu mengeliminir apatisme dalam hubungan kita dengan orang lain adalah suatu hal yang penting apabila kita ingin maju sebagai seorang pengusaha.</p>
<p><b>2-	&#8220;Disiplin Pribadi Mendorong Tumbuh Kembangnya Kreativitas&#8221; </b><br />
Kalimat tersebut adalah pernyataan dari Ketua Umum Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa, Ki Suratman, 3 Mei 1993, yang dituangkan dalam prasasti di salah satu sudut kampus SMA Taruna Nusantara.</p>
</div>
<div>
<div><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=3834855&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=303182871326&amp;aid=-1&amp;auser=0&amp;oid=303182871326&amp;id=566726900"><img src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs126.snc3/17331_263896731900_566726900_3834855_1250210_a.jpg" alt=""></a></div>
<div>Tugu Prasasti Ki Suratman</div>
</div>
</div>
<div>Banyak orang berpikir bahwa: “mana mungkin disiplin dengan kreativitas menjadi satu?” Bahkan tidak sedikit dari rekan saya tersebut yang secara sinis mengatakan: “justru kedisiplinan membuat kita menjadi tidak kreatif.”
</p>
<p>Saya tidak akan menyanggah pola pemikiran rekan-rekan saya tersebut, saya hanya merasa sedikit kasihan karena itu menunjukan pola pemikiran mereka yang melihat suatu permasalahan hanya dari satu sudut pandang saja. Tentunya seorang pemikir semacam Ki Suratman tidak akan rela sebuah kata-kata gurauan yang keluar dari mulutnya diabadikan menjadi prasasti yang akan dibaca dan diamanatkan pada ribuan orang yang menuntut ilmu di institusi luhur semacam SMA Taruna Nusantara.</p>
<p>Pemahaman saya secara penuh terhadap kalimat ini saya dapatkan sebelum saya aktif menjadi full-time entrepreneur, yaitu ketika saya bekerja di Procter &amp; Gamble, sebuah perusahaan multi-nasional asal Amerika Serikat. Sebagai seseorang yang menanamkan mind set bahwa saya bekerja disana semata-mata hanya untuk belajar, saya sangat berterima kasih kepada Procter &amp; Gamble sebagai institusi pendidikan yang mengajari saya suatu konsep Value Creation yang relevan dengan suatu tahapan inovasi dalam kewirausahaan.</p>
<p>Dalam konsep tersebut, saya mendapatkan suatu pencerahan bahwa untuk dapat berkreasi dan berinovasi (Value Creation), terlebih dahulu kita harus mampu melewati dua tahapan awal yaitu Base Reliability dan Responsiveness. Dalam bisnis, misal dalam konteks rantai pasok, sebelum kita dapat berinovasi dan berkreasi dengan keinginan klien, kita harus memastikan kita memiliki keandalan dasar/base reliability (biasanya ditunjukan oleh % pemenuhan pesanan pelanggan) dan tingkat responsif (yang umumnya ditunjukan oleh kemampuan mempertahankan standar kualitas relatif terhadap perubahan dalam pola bisnis sehari-hari). Dalam konteks berwirausaha, sebelum kita dapat menelurkan ide-ide brilian, umumnya kita harus disiplin dalam mempelajari bisnis yang akan kita masuki, bersosialisasi/network, dan konsisten dalam memperluas wawasan untuk kemudian dituangkan menjadi sebuah ide.</p>
</div>
<div><b>3-	Aktif Mencari Tahu</b><br />
“Kami tunas muda nusantara, dengan tugas pokok belajar<br />
Rela korbankan waktu tenaga, demi masa depan Negara
</p>
<p>Jiwa pantang menyerah, kobarkan semangat belajar<br />
Tidak menunggu di beri tahu, tapi aktif mencari tahu…”</p>
<p>Untuk satu hal ini, saya pikir tidak perlu banyak penjelasan. Dengan aktif mencari tahu, akan banyak peluang yang akan kita bisa garap. Hal ini terkait dengan 2 poin sebelumnya. Dengan aktif mencari tahu, kemudahan dalam bersosialisasi akan kita dapatkan karena wawasan kita yang luas akan mempermudah kita dalam bergaul, karena salah satu prinsip penting dalam bersosialisasi adalah mendapatkan perhatian orang lain melalui topik yang lawan bicara kita sukai. Dan dengan kedisiplinan untuk aktif mencari tahu, inovasi dan kreasi dalam usaha akan lebih mudah dilakukan karena luasnya wawasan kita.</p>
<p><b>4-	Keberanian Mengambil Resiko</b><br />
Dalam tiga tahun kehidupan saya di SMA Taruna Nusantara, saya sering menghadapi situasi dimana keberanian saya mengambil resiko diuji. Bahkan ini sudah dimulai dari sebelum saya masuk SMA ini, yaitu mengambil resiko untuk bersekolah di asrama semi-militer yang jauh dari rumah dan berada di kota yang sama sekali belum pernah saya datangi. Hal ini berlanjut dalam proses kehidupan berasrama: mulai dari keberanian untuk mengambil resiko sebagai pemimpin apel, anggota peleton dengan segala tanggung jawab yang diemban, termasuk resiko melanggar peraturan (yang masih dalam batas kewajaran) demi kesenangan sesaat sebagai anak remaja SMA yang ingin tahu ini itu. Sebenarnya semua itu sering kita anggap remeh, tapi apabila saya melihat kebelakang, hal tersebut adalah langkah-langkah kecil dari pembelajaran hidup yang tidak dapat saya abaikan.</p>
<p>Hal ini berpengaruh hingga saat saya kuliah (baik untuk belajar maupun berorganisasi di kampus ITB), bekerja, bahkan saat saya memutuskan berhenti dari perusahaan yang telah memberi kemapanan sebagai fresh-graduate untuk meraih cita-cita yang lebih besar sebagai seorang entrepreneur. Hal-hal tersebut membuat saya lebih yakin bahwa asal diperhitungkan dengan baik, keberanian mengambil resiko insyaAllah akan membuahkan suatu hasil yang tidak terbayangkan sebelumnya.</p>
<p><b>5-	Belajar memahami diri sendiri sebagai bagian dari kemandirian dan pengembangan kepemimpinan</b><br />
Dari sebuah buku berjudul <i>7 Habits of Highly Effective People</i> karangan Stephen Covey, saya mendapatkan suatu pemahaman bahwa sebelum memulai sesuatu kita sebaiknya mengetahui ingin menjadi apa kita di akhir proses nantinya (Begin with End-in-mind). Dari kalimat tersebut saya meyakini bahwa untuk memulai sesuatu, akan lebih terukur hasilnya apabila kita mengetahui apa yang ingin kita capai (end-in-mind). Namun, tentunya sebelum kita mengetahui apa yang kita mau, tentunya mengetahui SIAPA KITA menjadi suatu predesesor yang tidak dapat kita abaikan.</p>
<p>Hal ini yang menjadi salah satu pembelajaran paling penting dari 3 tahun kehidupan saya di SMA Taruna Nusantara. Dalam kehidupan berasrama yang berisi rekan-rekan dari pelosok nusantara, mengetahui siapa diri kita menjadi sangat penting. Apabila kita tidak mampu memahami siapa diri kita, tentunya kita tidak akan mampu menetapkan apa yang sebenar-benarnya ingin kita raih, dan pada akhirnya hanya akan terombang-ambing oleh lingkungan. Pada tingkat terendah, ketidakmampuan memahami diri sendiri akan mematikan segala potensi diri yang ditandai dengan hilangnya potensi kepemimpinan dalam diri. Padahal, tanpa kepemimpinan, jangan harap kita akan mampu menjalankan suatu bisnis atau usaha dengan baik.</p>
<p><b>6-	Know your limit, yet always try to strive and push beyond it</b><br />
Dalam menjalani kehidupan selama tiga tahun di SMA Taruna Nusantara, saya selalu mencoba memahami bahwa mengetahui batasan diri sendiri sangatlah penting, terkait dengan poin sebelumnya tentang pemahaman diri sendiri. Dengan mengetahui batasan diri sendiri, kita dapat mengetahui potensi kemampuan diri dan sejauh mana kita mampu melaju.</p>
<p>Dan dalam mencapai cita-cita yang lebih tinggi, mengetahui batasan akan memungkinkan kita mengetahui titik-titik kelemahan diri untuk kemudian diperbaiki.</p>
<p>Hal-hal ini sering saya alami terutama menjelang tes samapta. Saya yang secara ketahanan fisik jangka panjang bisa dikatakan biasa-biasa saja, pada awalnya merasa kesulitan untuk mendapat nilai samapta yang maksimal. Pada awalnya lari keliling track hanya 5,5 putaran dalam 12 menit, namun dengan kesadaran terhadap potensi diri saya akhirnya mencoba memaksimalkan nilai dengan menekankan effort pada kemampuan saya push-up, pull-up, dan sit-up. Saat itu, nilai saya yang biasa-biasa saja di lari dapat saya tutupi di kemampuan-kemampuan tersebut. Namun pemahaman saya akan batasan diri saya saat itu membuat saya tahu dimana saya harus memperbaiki diri.</p>
<p>Konsep berpikir seperti itu masi terus saya gunakan hingga sekarang, terutama dalam berbisnis dan beroganisasi. Akan tetapi, karena setiap manusia memiliki batasan, maka penutupan kekurangan diri dalam berorganisasi dapat dilakukan dengan bekerja sama dengan orang yang mampu menutupi kekurangan diri saya. Hal ini telah saya terapkan dalam setiap kesempatan saya memimpin berbagai macam kegiatan, termasuk dalam usaha yang saya jalani, Ikastara Business Club, dan kepanitiaan dua dasawarsa SMA Taruna Nusantara.</p>
<p><strong>7-	Mekanisme Pembinaan secara Kontinu</strong>*<br /> Jika saya mengingat ke belakang momen-momen saya menjadi seorang siswa SMA Taruna Nusantara, ada kebiasaan-kebiasaan yang menurut saya cukup absurd namun powerful. Konsep abang-adik absen, abang-adik kode PKS, abang-adik marga Tonpara, abang-adik alat di GBNMB, bahkan hingga abang-adik meja makan di RKB (<em>absurd isn’t it? haha</em>).</p>
<p> Tapi sebenarnya hal-hal semacam itu merupakan suatu bentuk riil dari suatu konsep yang di masyarakat sering disebut sebagai transfer nilai (Value Transfer) untuk memastikan suatu budaya baik dapat diteruskan ke generasi di bawahnya. Baik budaya dalam hal kehidupan sehari-hari, budaya dalam belajar, maupun budaya dalam bekerja.</p>
<p> Dalam kacamata umum, baik di dunia pemerintahan, akademisi, maupun sebagai pelaku dunia usaha – baik sebagai seorang pengusaha maupun profesional – Value Transfer menjadi sangat penting untuk diterapkan karena menentukan peningkatan kualitas institusi tersebut ke depannya dan menjadi parameter kesuksesan sebagai seorang pemimpin. Tanpa Value Transfer, nilai-nilai baik tersebut akan terputus dan kesuksesan yang dicapai tidak akan berkesinambungan. Sebagai seorang General Manager, kesuksesannya sebagai atasan akan ditentukan oleh kesuksesan manager dibawahnya sebagai hasil regenerasi ketika ia masih menjadi manager. Sebagai seorang pemimpin Partai, keberhasilan partainya akan ditentukan oleh bagaimana ia mampu menyampaikan nilai-nilainya terhadap para kader dibawahnya. Sebagai seorang pengusaha, keberhasilan mempertahankan usaha akan sangat ditentukan oleh bagaimana ia mampu menyampaikan nilai yang sesuai kepada para pegawai di perusahaannya agar mampu tercipta budaya kerja yang baik sehingga mampu mencapai tujuan yang diinginkan.</p>
<p> <em>Key take-away</em>: Mari mencapai kesinambungan (sustainability) melalui tanggung jawab institusional dan tanggung jawab moral untuk regenerasi yang optimal.</p>
<p> <strong>8-	Esensi “Mental Kejuangan” – Berani ambil resiko, Berani gagal</strong>**<br /> Di awal masa pendidikan di kampus SMA Taruna Nusantara, dalam tiga bulan pertama seluruh siswa SMA Taruna Nusantara diwajibkan mengikuti serangkaian program Pendidikan Dasar Kedisiplinan dan Kepemimpinan (PDK), Rute Panglima Besar Sudirman (RPS), Pilih Ksatria Tangkas (PKT), dan Pembaretan dengan tujuan melatih kejuangan yang ditunjukkan dengan sikap yang tidak mudah menyerah dan tidak akan takluk pada kesulitan/kegagalan. Bayangkan saja masa orientasi yang dilakukan oleh anak SMA pada umumnya paling maksimal hanya akan dilakukan selama 3 hari dengan kegiatan yang tidak jelas materinya, dan itu pun juga setelah selesai para siswa SMA itu akan pulang ke rumahnya masing-masing. Coba bandingkan dengan apa yang kita jalani ketika itu. Masa orientasi siswa SMA Taruna Nusantara berjalan selama 3 bulan dan itu bisa dikatakan hampir 24 jam kita berada dalam situasi tertekan, dimana tidak hanya fisik tapi juga mental kita ditekan hingga ke titik terendah semata-mata untuk melatih mental kejuangan kita, para siswa SMA Taruna Nusantara.</p>
<p> Pembinaan mental kejuangan selama masa SMA menjadi suatu manfaat yang secara nyata saya rasakan dalam mengembangkan usaha dari nol. Dalam proses mencapai kesuksesan di masyarakat, ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan pasti akan selalu ada, baik yang sifatnya internal – kekhawatiran dalam diri yang berlebihan atau pengalaman buruk di masa lalu – maupun yang sifatnya eksternal – berupa persaingan atau kompetisi dalam usaha yang tidak selamanya berjalan sesuai aturan.</p>
<p> <em>High Risk, High Return</em>. Tentunya sebagai alumni sebuah sekolah yang diharapkan dapat menjadi calon pemimpin bangsa, kita memiliki suatu standar pencapaian cita-cita yang relatif tinggi, dimana menjadi pengusaha yang mampu memberi kontribusi pada masyarakat adalah salah satunya. Dalam hal ini, menjadi seorang pengusaha dimana tingkat ketidakpastian dan resiko kegagalan sangat tinggi, mental kejuangan merupakan salah satu syarat mendasar agar kita dapat bertahan dan terus maju meraih apa yang masing-masing dari kita cita-citakan.</p>
<p> Model matematis sederhananya adalah <big>∑ Kesuksesan = ∑ Kegagalan + 1</big></p>
<p> Catatan khusus:<br /> Dari hasil pengamatan saya selama 7tahun sebagai alumni SMA Taruna Nusantara, saya merasa ada suatu kontradiksi yang cukup menarik dalam kehidupan kita berasrama di SMA Taruna Nusantara yang seringkali tidak disadari oleh para siswa atau alumni-nya. Selama tiga tahun kita ditempa agar memiliki suatu mental kejuangan yang tinggi dalam suatu sistem pendidikan yang relatif mapan, dan kemapanan sistem menghasilkan ekspektasi yang tinggi. Apabila ekspektasi tersebut tidak disikapi secara benar, hal ini dapat berimplikasi buruk pada rasa mudah putus asa.</p>
<p> Hal ini saya lihat sendiri pada beberapa rekan seangkatan saya dan adik-adik angkatan 18 yang masih dalam pendidikan. Tingginya harapan yang dibebankan pada siswa SMA Taruna Nusantara, apabila tidak diimbangi dengan mental kejuangan yang cukup, hanya akan menghasilkan kekecewaan. Dan jika hal ini yang terjadi, akan sulit bagi kita untuk bangkit kembali.</p>
<p> <strong>9-	Aplikasi Kode Kehormatan</strong><br /> Secara singkat, saya menghayati kode kehormatan bukan dalam konteks poin per poin. Namun bahwa sebagai manusia (dan dalam tulisan ini dalam konteks sebagai pengusaha), kita harus selalu memiliki sesuatu yang dijadikan pedoman dalam berperilaku di masyarakat. Hal inilah yang akan mendukung kita untuk menjadi seorang pengusaha yang berintegritas.</p>
<p> Semoga mampu memberi tambahan wawasan dan tambahan motivasi bagi para pembaca semua, terutama keluarga besar alumni SMA Taruna Nusantara.</p>
<p> &#8220;<strong><em>Stay Hungry, Stay Foolish</em></strong>&#8221; &#8211; Steve Jobs
<p>Dirgahayu 2 dasawarsa SMA Taruna Nusantara!<br />
<i>“Semoga Tuhan memberkati Sumpah dan Janjiku….”</i></p>
<p><b><big>Jakarespati Wiradisuria</big><br />
00.2767<br />
Managing Director Ikastara Business Club<br />
www.kajianbisnis.com<br />
www.duapuluhtahunsmatn.com</b></p>
<div>
<div><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=3834926&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=303182871326&amp;aid=-1&amp;auser=0&amp;oid=303182871326&amp;id=566726900"><img src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs126.snc3/17331_263925686900_566726900_3834926_4574600_n.jpg" alt=""></a></div>
<div>Prasasti Soeharto dan Balairung Pancasila (courtesy of Gamma Quieto Riantori &#8211; TN VIII)</div>
</div>
</div>
<div>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/renardwidarto.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/renardwidarto.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/renardwidarto.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/renardwidarto.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/renardwidarto.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/renardwidarto.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/renardwidarto.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/renardwidarto.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/renardwidarto.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/renardwidarto.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/renardwidarto.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/renardwidarto.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/renardwidarto.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/renardwidarto.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renardwidarto.wordpress.com&amp;blog=4751656&amp;post=60&amp;subd=renardwidarto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://renardwidarto.wordpress.com/2010/01/29/nilai-positif-dari-kehidupan-berasrama-di-sma-taruna-nusantara-sebagai-seorang-pengusaha-nasional-share/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cf6c34a277b236834a61210578924980?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Renard</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs146.snc3/17331_262879136900_566726900_3831078_4548624_a.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs126.snc3/17331_263896731900_566726900_3834855_1250210_a.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs126.snc3/17331_263925686900_566726900_3834926_4574600_n.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Aku Tidak Memilih Menjadi INSAN BIASA..</title>
		<link>http://renardwidarto.wordpress.com/2010/01/28/aku-tidak-memilih-menjadi-insan-biasa/</link>
		<comments>http://renardwidarto.wordpress.com/2010/01/28/aku-tidak-memilih-menjadi-insan-biasa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 12:00:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andreas Renard Widarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://renardwidarto.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu saya membuka tumpukan buku-buku lama saya&#8230; Kemudian saya menemukan sebuah puisi yang sangat menginspirasi saya..Puisi itu pertama kali saya baca saat saya duduk di bangku SMP dan puisi ini menginspirasi saya untuk lebih berpikir maju karena puisi ini mengajarkan saya untuk tidak menjadi orang yang biasa-biasa saja, tetapi menjadi orang yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renardwidarto.wordpress.com&amp;blog=4751656&amp;post=58&amp;subd=renardwidarto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari yang lalu saya membuka tumpukan buku-buku lama saya&#8230; Kemudian saya menemukan sebuah puisi yang sangat menginspirasi saya..Puisi itu pertama kali saya baca saat saya duduk di bangku SMP dan puisi ini menginspirasi saya untuk lebih berpikir maju karena puisi ini mengajarkan saya untuk tidak menjadi orang yang biasa-biasa saja, tetapi menjadi orang yang &#8216;luar biasa&#8217;.. Berikut saya share puisi ini..Semoga bermanfaat..</p>
<p><strong>Aku Tidak Memilih Menjadi INSAN BIASA</strong></p>
<p>Aku tidak memilih menjadi insan biasa<br />
Memang hakku untuk menjadi luar biasa<br />
Aku mencari kesempatan, bukan perlindungan.<br />
Aku tidak ingin menjadi warga yang terkungkung<br />
Rendah diri dan terpedaya karena dilindungi pihak berkuasa<br />
Aku siap menghadapi resiko terencana<br />
Berangan-angan dan membina<br />
Untuk gagal dan sukses<br />
Aku menolak menukar insentif dengan derma<br />
Aku memilih tantangan hidup daripada derma<br />
Aku memilih tantangan hidup daripada kehidupan yang terjamin,<br />
Kenikmatan mencapai sesuatu, bukan utopia yang basi.<br />
Aku tidak akan menjual kebebasanku,<br />
Tidak juga kemuliaanku untuk mendapatkan derma<br />
Aku tidak akan merendahkan diri<br />
Pada sembarang atasan dan ancaman.<br />
Sudah menjadi warisanku untuk berdiri tegak, megah dan berani<br />
Untuk berpikir dan bertindak untuk diri sendiri<br />
Untuk meraih segala keuntungan hasil kerja sendiri<br />
Dan untuk menghadapi dunia dengan berani dan berkata:<br />
“Ini telah kulakukan!”<br />
segalanya ini memberikan makna seorang insan.</p>
<p>(Den Alfange)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/renardwidarto.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/renardwidarto.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/renardwidarto.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/renardwidarto.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/renardwidarto.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/renardwidarto.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/renardwidarto.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/renardwidarto.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/renardwidarto.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/renardwidarto.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/renardwidarto.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/renardwidarto.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/renardwidarto.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/renardwidarto.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renardwidarto.wordpress.com&amp;blog=4751656&amp;post=58&amp;subd=renardwidarto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://renardwidarto.wordpress.com/2010/01/28/aku-tidak-memilih-menjadi-insan-biasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cf6c34a277b236834a61210578924980?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Renard</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
